Langsung ke konten utama

Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini



 

0leh : Rohani.S.Ag 

Guru MTsS Bustanul Huda


Hadist riwayat Imam Ahmad :

Rasulullah berkata, “Inginkah kalian kuberitahu tentang siapa dari kalian yang paling kucintai dan akan duduk di majelis terdekat denganku di hari kiamat?”
Kemudian Rasul mengulanginya sampai tiga kali, dan sahabat menjawab “Iya, ya rasulullah !” Lalu rasul bersabda, “Orang yang paling baik akhlaknya.”

Karakter atau tabiat manusia merupakan kemampuan psikologis yang terbawa sejak lahir. Karakter ini berkaitan dengan tingkah laku moral, sosial serta eties seseorang. Karakter atau tabiat berhubungan erat dengan personalitas (kepribadian) seseorang.Karakter adalah sebuah kata yang tidak ada artinya jika tidak dihubungkan dengan manusia. Gordon Allport mendefinisikan karakter manusia sebagai kumpulan atau kristalisasi dari kebiasan-kebiasaan seorang individu. Sedangkan Chaplin mendefinisikannya sebagai kualitas kepribadian yang berulang secara tetap dalam seorang individu. Dari sudut proses pembentukkannya ada ahli yang mengatakan bahwa karakter manusia itu adalah turunan (hereditas), sebagian lain lagi mengatakan lingkungan yang membentuk karakter kepribadian seseorang. Kita tidak mempersalahkan ataupun membenarkan salah satu pandangan di atas. Yang pasti kedua faktor di atas sangat berperan di dalam pembentukan karakter kepribadian seorang manusia. Tapi yang paling penting untuk diperhatikan adalah bahwa kebiasaan manusia setiap hari itulah yang akan membentuk karakter neorang manusia. 
Ada beberapa aspek kepribadian manusia yang perlu dibiasakan sejak dini pada anak atau pelajar sehingga dapat membentuk satu kepribadian yang baik, tangguh dan mandiri di waktu yang akan datang. 


1.Responsility


                  Tanggung jawab dalam bahasa Indonesia terdiri dari dua kata penting yakni tanggung dan jawab. Tanggung berarti bersedia menerima apa yang ditugaskan kepadanya, bersedia memikul isi tugas yang dipercayakan kepadanya. Jawab dalam pengertian di sini berarti bersedia belajar dan memberikan penjelasan sesuai kompetensi pekerjaan yang dipercayakan kepadanya. 


Aspek psikologis dari tanggungjawab ini adalah keberanian menerima tugas, komitmen menjalankan, ketahanan mental selama menjalankan, dan keterbukaan untuk menerima konsekuensi positip dan negatip. Maka seorang yang disebut punya karakter tanggungjawab berarti orang itu memiliki kesediaan untuk menerima, memiliki komitmen untuk menjalankan tugas tersebut sampai tuntas dan mengevaluasi serta menerima hasilnya baik positip maupun negatip. 


                   Tanggung jawab seorang anak (pelajar) adalah menerima tugas belajar. Sekali menerima tugas ini ia harus komit untuk menjalankannya hingga tuntas pada akhir tahun pelajarannya. Seorang pelajar harus membiasakan diri untuk selalu belajar. Ia bukan balajar untuk lulus ujian, atau supaya menyenangkan orangtua dan guru, tetapi ia harus belajar untuk hidup. Ia harus membangun suatu kebiasan bertanggungjawab dengan menjalankan setiap tugas yang diberikan kepadanya hingga tuntas dan dievaluasi untuk melihat hasilnya. Tanggungjawab adalah suatu aspek kepribadian yang perlu dibangun sejak dini, mulai dari hal-hal yang sederhanayangakanmenjadidasaruntukhalyanglebihbesar.  . 

2.Self-Respect
                    Penghargaan terhadap diri sendiri mungkin dilihat banyak orang sebagai hal yang lucu. Karena penghargaan biasanya lebih banyak berhubungan dengan relasi dengan orang lain yaitu menghargai orang lain. Bahkan ada yang beranggapan ekstrim bahwa penghargaan terhadap diri adalah bentuk pemujaan diri. Terlepas dari anggapan di atas saya mau mengatakan bahwa penghargaan terhadap diri sendiri adalah dasar untuk menghargai orang lain. Bagaimana anda bisa menghargai orang lain kalau anda sendiri tidak menghargai diri sendiri? Penghargaan terhadap diri sendiri berarti berpikir positip, bersikap positip dan menerima diri sendiri sebagaimana adanya. Dengan berpikir positip terhadap diri, orang dapat menemukan potensi dan bakat yang terpendam di dalamnya. Lalu dengan menerima hal-hal positip dan negatip yang ia miliki, maka ia merasa aman dengan dengan dirinya sendiri, dan akhirnya ia dapat tampil dengan penuh percaya diri. Penghargaan terhadap diri sendiri perlu dibangun sejak usia sekolah sehingga dapat menjadi dasar untuk kemajuan tugas-tugas yang akan dipercayakan kepadanya. 

3.Doing The Right Thing


                   Melakukan hal-hal baik merupakan aspek kepribadian yang perlu dibiasakan sejak dini. Kebiasaan baik ini dibentuk dengan latihan. Dan latihan melakukan hal-hal baik ini bisa terjadi di sekolah ataupun di rumah. Latihan di rumah akan didampingi orangtua, sedangkan di sekolah akan didampingi oleh guru. Orangtua dan guru hadir sebagai pendamping sekaligus motivator sehingga anak akan terus bersemangat melakukan hal-hal baik itu. Latihan yang dilakukan berulang kali akan sekaligus membentuk kebiasaan pada anak, dan selanjutnya kebiasaan ini akan menjadi bagian dari kepribadian anak itu sendiri. Seorang pelajar perlu dibiasakan untuk melakukan hal-hal yang dianggap baik oleh masyarakat sekitar, sehingga dengan demikian kebiasaan ini akan berputar secara otomatis dalam hidunya setiap hari. 

4.Respecting Others
                     Setiap orang tua dan guru di sekolah ingin supaya anak-anaknya memiliki kebiasaan menghargai orang lain. Sikap ini bukan hanya harapan orang tua dan guru tetapi adalah harapan setiap orang dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika masih tinggal bersama orangtuanya di rumah, anak menjadi raja kecil. Semua permintaannya selalu dipenuhi, semua keinginannya selalu dikabulkan. Tetapi setelah ia masuk sekolah, ia akan bertemu dengan tantangan baru, yaitu teman-temannya yang juga memiliki keinginan dan kemauan sendiri. Di sini anak perlu didampingi untuk mengembangkan sisi penghargaan terhadap temannya yang lain. Ia perlu juga menahan diri, memberi kesempatan kepada teman lain, menerima pendapat dan keinginan teman lain, serta berani untuk menerima kekalahan. Sikap-sikap lain yang perlu dikembangkan
untuk mendukung aspek ini adalah kesabaran, menerima orang lain, mendengarkan orang lain,dan mengakui kelebihan orang lain.    

                                              

5.Preventi Conflicts and Violence                                                        

                  Konflik dan kekerasan sering identik dengan kaum muda. Pelajar yang adalah bagian dari kaum muda pun sering kena stikma ini. Tentu bukan tanpa alasan kaum muda mendapat stikma ini. Kenyataan membuktikan bahwa banyak terjadi tawuran antar pelajar, tawuran antara mahasiswa, dan tawuran pemuda antar desa. Kenyataan ini tentu memberi kita satu indikasi bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan karakter orang-orang muda kita ini. Apa itu? Mereka tidak dibekali dengan nilai-nilai kehidupan bersama yang patut diterima dan dihormati bersama. Selain itu oleh tekanan ekonomi dan tantangan hidup metropolitan yang begitu tinggi, menyebabkan mereka kehilangan pegangan hidup dan akhirnya sulit mengendalikan diri menghadapi konflik-konflik tersebut. Upaya membuat preventing terhadap konflik dan kekerasan antar pelajar adalah dengan memberikan beban pekerjaan rumah yang banyak sehingga ia sibuk dan hanya berpikir tentang tugas belajarnya, atau juga dengan memberikan kursus-kursus ketrampilan lain sesuai dengan bakat dan talenta yang dimilikinya. Selain itu anak juga perlu pandai memilih kegiatan yang tidak cenderung pada konflik dan kekerasan. 

6.Saying 
No to Alcohol and Other Drugs. 

                 Mengatakan No kepada Alkohol dan segala jenis obat bius adalah harapan semua orangtua kepada anaknya. Bahkan bukan hanya para orangtua, tapi sekolah, dan masyarakat pun sangat setuju dengan komitmen di atas. Banyak orangtua selalu cemas dan dengan ketat memantau keberadaan anaknya supaya tidak sampai terjebak ke dalam kebiasan buruk di atas. Gampang mengatakan No kalau kita belum pernah mengalami nikmatnya minuman keras dan obat bius. Tapi adalah sulit kalau kita sudah terjebak dalam kebiasaan minumun keras dan obat tersebut. Banyak orangtua sampai menjual semua harta bendanya untuk memulihkan anaknya yang ketagihan narkoba. Bukan itu saja, tapi kondisi fisik dan psikologis anak itu juga sangat memprihatinkan. Maka para anak perlu diperingatkan untuk tidak mencoba-coba minum atau mengkonsumsi narkoba. Mengapa perlu say No to Alcohol dan other Drugs? Karena untuk menghindari diri dari jebakan kebiasaan buruk yang akan membawa seorang siswa kepada kehancuran kepribadian. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me